Kamis, 10 Januari 2013



Ciri – cirri istri shalihah

Kebanyakan laki-laki lebih memperhatikan penampilan dzahir seorang wanita, sementara unsur akhlak dari wanita tersebut kurang diperhatikan. Padahal akhlak dari pasangan hidupnya itulah yang akan banyak berpengaruh terhadap kebahagiaan rumah tangganya.
Sifat istri shalihah lainnya bisa kita rinci berikut ini berdasarkan dalil-dalil yang disebutkan setelahnya:
1. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy- Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)
2. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya.
3. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya. Asma’ bintu Yazid radhiallahu ‘anha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?” Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab. Aku (Asma) pun menjawab: “Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami).” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya.” (HR. Ahmad 6/456, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Adabuz Zafaf (hal. 63) menyatakan ada syawahid (pendukung) yang menjadikan hadits ini shahih atau paling sedikit hasan)
4. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya”. (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)
5. Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/ safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta’ (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya”. (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)
6. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.” Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)
7. Bersegera memenuhi ajakan suami untuk memenuhi hasratnya, tidak menolaknya tanpa alasan yang syar’i, dan tidak menjauhi tempat tidur suaminya, karena ia tahu dan takut terhadap berita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” (HR. Muslim no.1436)

Posted on 05.37 by Mochamad Wildan A

No comments

Kamis, 29 November 2012

tono san no enpitsu desuka : apakah pensil milik tono ?

  • pola kalimat
kore wa kb (orang) no kb (benda) desu
pola kalimat diatas digunakan untuk menyatakan kepemilikan benda.
contoh :
korewa watashi no kaban desu (ini adalah tas milik saya)
korewa sakura chan no jisho desu (ini adalah kamus milik sakura)
korewa sakura chan no desu (ini adalah milik sakura)

Q : korewa dare no enpitsu desuka
      (milik siapakah pensil ini ?)
A : sore wa watashi no enpitsu desu
      (itu adalah pensil milik saya)
  • pola kalimat
kore/sore/are wa kb (orang) no kb (benda) dewa arimasen.
pola kalimat diatas digunakan untuk menyangkal kepemilikan benda.
contoh :
kore wa watashi no noto dewa arimasen. (ini bukan buku catatan milik saya).
kore wa budi san no zasshi dewa arimasen (ini bukan majalah milik budi)
kore wa budi san no dewa arimasen (ini bukan milik budi)

Q : sore wa anata no monosashi desuka
      (apakah itu penggaris milik kamu ?)
A : hai , sore wa watashi no monosashi desu
      (ya, itu adalah penggari milik saya) *jika benar
      iie , sore wa watashi no monosashi dewa arimasen
      (bukan, itu bukan milik saya) *jika salah

Posted on 02.20 by Mochamad Wildan A

1 comment

Nihon de nan desuka : dalam bahasa jepang disebut apa ?

kotoba.

  • barang-barang
hon : buku
noto : buku catatan
jisho : kamus
kyokasho : buku pelajaran
fudebako : tempat pensil
monosashi : penggaris
enpitsu : pensil
pen : pen
borupen : balpoin
keshigomu :penghaspus
kaban : tas
tokei : jam

  • kata petunjuk
kore : ini
sore : itu
are : disana / disitu
nan (desuka) : apa itu ?

catatan :
pemakaian "kore"/"sore"/"are" disesuaikan dengan jarak benda dari pembicara dan pendengar.
"kore" menunjukan benda yang berada di dekat pembicara.
"sore" menunjukan benda yang berada di dekat lawan pembicara
"are" menunjukan benda yang berada jauh dari pembicara maupun lawan pembicara.
"nan" adalah kata tanya dipakai untuk menanyakan nama benda.

  • nama bahasa
nihon go : bahasa jepang
furansu go : bahasa francis
chugako go : bahasa china
indonesia go : bahasa indonesia
kankoku go : bahasa korea
daitsu go : bahasa jerman
ei go : bahasa inggris
arabia go : bahasa arab

Pola kalimat

1. kore / sore / are wa kb (benda) desu.
  • pola kalimat diatas digunakan untuk menyebutkan nama benda maka "kore/sore/are" dipakai tanpa menyertakan nama benda.
  • kore/sore/are merupakan kata tunjuk yang menggantikan kb. contoh : kore wa hin desu

Posted on 02.04 by Mochamad Wildan A

No comments

Denwa Bangwou : Nomor telpon

0 : zero
1 : ichi
2 : ni
3 : san
4 : yon
5 : go
6 : roku
7 : nana
8 : hachi
9 : kyuu

Pola kalimat

1. denwa bangwou wa kb (nomor) desu.
pola kalimat di atas digunakan untuk menyebutkan nomor telepon.
contoh : q : denwa bangwo wa nan ban desuka
             a : 0542 - 712 - 6981 desu

(+) desu , (?) desuka , (-) dewa arimasen

Posted on 01.48 by Mochamad Wildan A

No comments

Hajimemashite : Perkenalan

kotoba (kosakata)

1. watashi : saya
2. watashitachi : kami / kita
3. anata : kamu
4. namae : nama
5. koukousei : siswa SMA
6. seito : murid
7. kochira : (yang) sebelah kiri
8. nihon jin : warga negara jepang
9. puransu jin : warga negara francis
10. eigo jin : warga negara inggris
11. konkoku jin : warga negara korea
12. chugoku jin : warga negara china
13. indonesia jin : warga negara indonesia
14. amerika jin : warga negara amerika

Pola kalimat.

1. kb (orang) wa kb (nama/status) desu.
pola kalimta di atas digunakan untuk memoerkenalkan diri sendiri dengan menyebutkan nama atau status.
contoh : - watashi wa yamade desu.(nama)
             - watashitachi wa koukosei desu (status)

2. kb (orang) wa kb (nama sekolah) no kb (nama/status) desu.
pola kalimat diatas digunakan untuk memperkenalkan diri sendiri dengan memyebutkan nama sekolah dan nama / status diri sendiri.

3. kochira wa kb (nama) desu.
pola kalimat diatas digunakan untuk memperkenalkan orang lain dengan menyebutkan nama sambil menunjukan orang yang akan diperkenalkan tersebut.
umum : san
(pr) : shan
(lk) : kun
contoh : kochira wa yamada san desu.

4. kb (nama) wa kb (status) desu.
pola kalimat diatas digunakan untuk memperkenalkan orang lain dengan menyebutkan status orang tersebut.
contoh : tanaka san wa koukokei desu.

Posted on 01.41 by Mochamad Wildan A

No comments

Etnografi budaya suku sunda

a. sistem bahasa

dari kehalusan bahasanya, bahasa sunda terdapat di daerah priangan (ciamis, tasikmalaya, garut, bandung, sumedang, sukabumi, cianjur) sunda kuno digunakan oleh baduy danten selatan.

b. sistem kekerabatan

kaum kerabat disebut baraya atau wargi, orang sunda menganut sistem kekerabatan paralel atua bilateral. atau sama penting nya garis keturunan ibu maupun ayah, levirat dan sororat siperbolehkan.

Tujuh generasi ke atas.

1. kolot
2. embah
3. buyut
4. bao
5. jangga wareng
6. udeg-udeg
7. gantung siwur

Tujuh generasi ke bawah

1. anak
2. incu
3. buyut
4. bao
5. jangga wareng
6. udeg-udeg
7. gantung siwur

Posted on 01.26 by Mochamad Wildan A

No comments

Etnografi suku minangkabau

a. religi - mayoritas beragama islam.

> upacara adat
  1. tabuik adalah upacar memperingati wafatnya hasan dan husen cucu rasul saw.
  2. kritan adalah upacar sunat anak laki-laki
  3. katam adalah tamat mengaji al-qur'an.
> pimpinan keagamaan
  1. tuanku / syekh
  2. angkukali / kadi adalah penghulu
> sistem kekerabatan di minagkabau yaitu matrilineal, matrilineal adalah garis keturunan dari pihak ibu saja , ayah berada diluar keluarga istri dan anak.

> kepentingan keluarga diatur oleh ninik mamak
(laki-laki dewasa dari keluarga batih, biasanya paman paling tua).

beberapa istilah di sistem kekerabatan minangkabau.
  1. pasumandan adalah kaum kerabat perempuan dari pengantin laki-laki.
  2. bako adalah kaum kerabat dari ayah.
  3. urangsumando adalah sebutan bagi suami yang diberikan kerabat istri.
daerah kebudayaan minangkabau terdiri dari :
a. minangkabau darat yaitu daerah yang terletak di pedalaman yang terdiri dari 3 luhak, yaitu :
  • Luhak agam
  • Luhak tanah datar
  • Luhak 50 kota
 b. minagkabau pesisir adalah orang-orang yang menempati daerah sepanjang pantai samudera indonesia yang dulunya dari pedalaman.

Posted on 01.19 by Mochamad Wildan A

1 comment